Sunday, July 6, 2014

Selamat Ulang Tahun, Bapak...

Hari ini terasa begitu singkat.
Dan aku yakin, bahwa hari ini adalah hari yang penuh sukacita untukmu. Dimana usia mu semakin bertambah lagi. Wajah itu akan semakin bertambah mengerut. Kerutan yang menandakan engkau sudah berjuang puluhan tahun untuk membesarkan dan menghidupkan keluargamu.
Rambutmu yang semakin memutih, semakin menyadariku bahwa engkau semakin bertambah tua, Bapak.
 
Kembali aku teringat akan setiap perkataanmu. Setiap harapan-harapanmu untukku. Akan setiap keluh kesahmu walah hanya lewat telepon selular. Bisa terlihat jelas, bahwa engkau bangga melihatku saat ini. Dapat aku rasakan betapa engkau bersyukur memiliki aku.
 
Demikian juga denganku, Bapak.
 
Betapa bangganya aku memiliki Bapak sepertimu. Walau aku tahu betapa kerasnya engkau mendidikku dan saudaraku yang lainnya. Betapa banyaknya air mata yang keluar dari mata rabunmu itu, Bapak.
Peluh keringatmu itu.. kau coba untuk usapkan. Betapa kuatnya engkau, Bapak.
Inginku seperti mu. Inginku mengabulkan setiap permintaanmu.
Aku percaya, selalu ada namaku kau sebut di dalam doamu. Harapan-harapan terbaik untuk ku raih dan aku memilikinya.
 
Banyak pelajaran yang aku dapat darimu, Bapak. Sikap kerasmu mendidikku sangat berguna ketika aku merantau kini. Disiplin yang selalu kau ajarkan. Berdoa yang selalu engkau ingatkan untuk aku panjatkan setiap kali beraktifitas. Dan satu lagi, tentang perjalanan hidup. Engkau selalu meyakinkanku bahwa aku bisa melewati setiap tahapan-tahapan hidup, walau perih. Walau akan banyak air mata yang menetes, walau akan banyak cercaan terucap dari sekitar yang ingin menjatuhkanku. Aku tahu, engkau dapat mengatakan demikian, karena engkau telah lebih dulu melewati hal itu.
 
Engkau selalu mengingatkanku untuk mengandalkan Tuhan di dalam setiap perjalanan hidupku. Agar kelak dibuatNya berhasil.
Engkaulah wujud nyata yang aku cari ketika aku lemah. Ketika hatiku gundah. Ketika aku patah hati... Hahahaha, Bapakkk, engkau teman curhat yang paling asyik.
 
Aku tahu Bapak, masih banyak harapan dan impianmu tentangku. Terlihat jelas di raut wajahmu ketika kita bertemu tepat dua bulan lalu. Andai aku mampu mengabulkan semua yang kau inginkan.. itulah yang terbesit dalam hati.
 
Bapak, bebanmu akan semakin berkurang. Anakmu ini tak ingin menyusahkanmu. Anakmu ini ingin membuatmu bahagia. Tidak ingin lagi aku melihat air mata duka cita keluar dari mata layu itu.
Aku ingin engkau bersuka cita selalu, Bapak.
 
Kini, usiamu bertambah, dan engkau semakin tua, Bapak. Ingin rasanya aku menemanimu sampai di akhir usiamu, seperti permintaanmu ketika itu.
" Boru,, kalau nanti kamu berkeluarga, kamu mau ga merawat Bapak? "
Pertanyaan yang miris...
Bagaimana mungkin aku menolaknya. Engkau lebih dulu merawatku, dan menjagaku, mengajariku menjadi wanita kuat dan tegar. Tidak ternilai jasamu, Bapak..
 
"Berdoa saja, Bapak. Supaya nanti dapat hela yang baik hati. Yang sayang sama bapak dan mama juga." ujarku sambil becanda.
 
Aku tahu persis Bapak, engkau pernah berkata bahwa engkau tidak akan tenang menjalani hidup sebelum melihatku menikah dan berkeluarga.
Oh, Bapakkkk... Jangan jadikan ini beban. Namun doakan borumu ini untuk bertemu dengan pria yang kelak menjadi hela hasianmu; hela yang sayang Tuhan, sayang keluarga, bertanggungjawab, dan murah hati.
 
Bapak, jangan pernah menangis karena aku lagi. Namun menangislah karena engkau telah menjadi Bapak yang sudah membesarkan kami. Menangislah karena engkau beruntung memiliki boru sepertiku, hehehehe..
Engkau sudah melaksanakan tanggungjawabmu yang dipercayakan Tuhan.
Dan doakanlah aku, borumu ini Bapak, agar dapat bertanggungjawab atas apa yang sudah Tuhan percayakan untukku, yaitu menjagaimu kelak di hari tua.
 
 
Selamat ulang tahun, Bapakku yang tercinta B.Simangunsong..
Ditambahkan Tuhan berkat-berkatNya seumur hidupmu, Bapak...
 
 

No comments:

Post a Comment