Thursday, June 7, 2012

-Tetaplah Berlari-

Tetaplah Berlari !


AnakKu yang terkasih,
Aku hampir tidak percaya ketika membaca suratmu. Bukankah baru beberapa minggu
yang lalu engkau berjanji tidak akan menyerah?
Aku tahu, mungkin minggu-mingguini terasa sangat sulit bagimu,
tapi, anakKu, kuatkan hatimu.
Tetaplah berlari dalam track yang sudah Ku sediakan karena Aku tahu yang terbaik bagimu.
Bila kau merasa lelah, berhentilah sejenak, ambil roti dan air hidup yang PutraKu telah
tawarkan dan makanlah. Aku yakin, setelah kau mendapatkan keduanya, kau akan
merasa segar kembali. Setelah itu, tarik nafas dalam-dalam dan mulai langkahkan
kakimu untuk bergerak maju. Fokuskan pandanganmu pada apa yang ada di depanmu,
pada tujuan yang kau miliki, yaitu menyelesaikan perlombaan dan menjadi
juara.

Buanglah kemarahan dan sakit hati yang menghantui pikiranmu.
Amarah dan sakit hati itu tidak ada gunanya, hanya menguras tenaga
dan menghambatmu mencapai tujuan. Terkadang Aku mengijinkan hal-hal yang buruk
terjadi karena Aku ingin melatihmu. Aku ingin kaki-kakimu menjadi lebih kuat
daripada sebelumnya. Dengan begitu engkau dapat berlari dengan lebih cepat.
Berhentilah mengasihani dirimu sendiri, berdirilah tegap, dan punyailah mental
seorang pemenang.

Seorang pemenang, bukan dilihat dari berapa kali ia sukses
meraih gelar juara. Di mataKu, seorang pemenang adalah seorang yang tidak pernah
menyerah terhadap kegagalan, yang mau bangkit setiap kali ia jatuh. Karena itu,
jangan pernah menyerah ketika kau jatuh tersandung kerikil-kerikil di sepanjang
jalanmu. Jangan pula kau merasa malu terhadap dirimu sendiri. Angkat kepalamu
dan teruskan perjalananmu mencapai finish.
Ketika pertandingan dimulai, Kuharap kau bisa mengacuhkan omongan orang-orang
yang menonton di bangku stadion. Jangan merasa sombong karena pujian atau
karena kau diunggulkan. Pujian dan pengagungan yang keluar dari mulut mereka
terkadang hanya sekedar basa-basi di depan para juara.
Tak jarang, kata-kata manis itu akan segera berubah menjadi kritikan pedas
dan kecaman ketika para juara itu gagal. Karena itu, kau juga
tidak perlu risau ketika mendengar pernyataan-pernyataan skeptis yang
mengatakan engkau pasti kalah. Kau bukan bertanding atas kemauan mereka.

Kau juga tidak hidup berdasarkan omongan mereka. Pelari yang berpengalaman tahu
akan hal itu. Karena itu, tidak usah pusing dengan perkataan-perkataan mereka.
Fokuskan pikiranmu pada tujuan yang semula, bukan untuk mendapatkan pujian atau
penghargaan dari orang lain, tapi untuk menyelesaikan pertandingan. Aku,
Pelatihmu, tidak pernah meragukan kemampuan yang kau miliki. Aku tahu seberapa
besar potensi yang ada padamu dan Aku tahu kau pasti bisa mencapai garis finish
dengan gemilang.
Selamat berjuang anakKu, Aku menunggumu di garis finish.

Yang mengasihimu,Ayahmu, Pelatihmu, Sahabatmu, Penonton setiamu

No comments:

Post a Comment