Monday, October 22, 2012

Surat Bapa untuk anakku yang sedang berduka

Anakku yang terkasih,
Aku melihatmu dengan sangat jelas, betapa banyaknya air matamu yang menetes.
Aku merasakan dukacitamu yang hadir ketika malam itu.

Aku sangat mengerti akan kesedihanmu. Ketidakrelaanmu ketika Aku membawa Papamu kembali kepangkuanKu.

Sudah terlalu lelah dia di dunia ini. Beban yang dia pikul sudah terlalu berat. Aku datang untuk meringankan langkahnya. Bukan maksudku untuk membuat beban kesedihan kalian bertambah, namun ketahuilah Tugas Papamu di dunia ini sudah selesai.

Janganlah berpikir bahwa Aku tidak mengasihimu dan keluargamu. 
Jangan pernah berpikir bahwa Aku tidak memperhatikan kelelahan Papamu yang berjuang bertahan di Rumah Sakit itu.

Anakku yang terkasih, 


Jika saat ini kau harus menangis, menangislah. Jika kau ingin marah, marahlah kepadaKu. Namun, janganlah pernah berlarut dalam kesedihanmu itu. Karena ketahuilah Papamu disini akan sangat berbahagia.
Dia bersamaKu, kembali ke rumah Bapamu yang di Surga.

Renungkanlah sejenak Mazmur 116:15 : "Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihiNya."
Demikianlah Aku sangat mengasihi Papamu.

Tenanglah, Anakku. Dia aman disampingKu.


Tertanda,
Bapamu yang disurga.



Ps:  untuk teman- teman ku yang sedang berduka karena kehilangan orang yang dikasihi.
Op_Ch,221012,19.28wib.


No comments:

Post a Comment