Tidak ada seorang pun yang tahu kapan dia akan berhenti bernafas di bumi ini. Tidak akan pernah ada seorang pun juga yang ingin mendapatkan penderitaan dan terluka di bumi ini.
Kejadian yang terjadi pada teman saya Panantas Cesar Sinambela. Tepatnya dua minggu lalu dia mendapatkan musibah.
Kecelakaan yang dia dapat ketika dia berada di jalan raya, dimana mobilnya tiba-tiba mogok di jalan. Lalu entah seperti apa jelasnya kejadian tersebut, dia ditabrak oleh pengendara truk box.
Kakinya digilas oleh ban truk box tersebut. Bisa bayangkan bukan betapa beratnya ban truk tersebut.
Kejadian ketika itu dia seorang diri. Dia hanya merintih dan menahan kesakitan sampai akhirnya dia dibawa oleh polisi ke Rumah Sakit. Dia adalah korban tabrak lari. Siapa yang pernah menginginkan ini terjadi dalam dirinya?
Cerita demi cerita, terlihat wajahnya yang masih kosong. Mencoba untuk tersenyum dengan saya dan teman-teman yang lain, masih terlihat jelas senyuman hampa, ketakutan, kesedihan batinnya yang dia coba sembunyikan ketika itu.
Hal yang paling menyedihkan adalah ketika dia divonis dokter bahwa kaki sebelah kirinya sudah tidak dapat berfungsi dengan normal. Rapuh dan retak. Semua jaringan otot yang ada di kakinya sudah hancur. Dokter memutuskan untuk mengambil tindakan amputasi kaki kirinya.
Damn.... Berita sukacita kah ini? Disaat semua orang sedang menikmati sukacita Natal, sebaliknya dia terbaring lemah di ruang kamar RS. Kakinya yang selama ini menjadi tumpuan langkahnya, kini harus ditopang dengan tongkat ataupun kaki palsu.
I am sorry to hear that, brother..
Saya sangat percaya bahwa tidak sedetikpun Tuhan menjauh darimu. Tidak sedetikpun Tuhan meninggalkanmu ketika mobilmu mogok. Pelajaran apakah yang dapat kamu petik dengan kejadian itu? Hanya kamu yang tahu.
Dimanakah Tuhan ketika itu? Dimanakah Tuhan ketika dia sedang mengendarai mobil itu? Mengapa Tuhan ijinkan hal ini terjadi dalam hidupnya?
Bahan koreksi yang cukup penting untuk dia dan saya.
Yang saya simpulkan adalah di dalam kondisi apapun sungguh benar dan nyata bahwa pertolongan Tuhan yang sangat saya perlukan. Seperti lagunya "Tiap langkahku, ku perlukan Kau.."
Setelah kejadian ini, saya, kamu dan kita semua harus tetap percaya bahwa Tuhan masih dan akan terus memimpinmu berjalan menghadapi gejolak dunia. Maka, melangkahlah bersamaNya.
Hati yang gembira adalah obat yang manjur untukmu, Bang Cesar..
Dan, percayalah penghiburan Tuhan untuk selama-lamanya . ( 2 Korintus 2:16 )
Apapun yang kamu khawatirkan tentang hidupmu setelah masa pemulihan, maka percayalah kepada Penciptamu yang selalu memeliharamu.
" Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu. " 1 Petrus 5:7
You've never walk alone, brother Panantas Cesar Sinambela.
God be with you always !!

No comments:
Post a Comment